Postingan

Yang Melupakan Siapa, Yang Dilupakan Siapa

Bismillah,
Bila dikata semua yang kita miliki termasuk raga ini adalah titipan, amanah Allah, lalu adakah amanah untukku yang tertitipkan padamu sehingga kau harus bertemu aku di separuh bagian kehidupanku?Bila dikata kehidupan ini sederhana dan akan sebentar saja, dan seperti yang dituliskan akun  Instagram @test_psikologi bahwa "disadari atau tidak, beberapa orang yang datang dan pergi dalam hidup kita memegang perannya masing-masing." Lalu siapa kau hingga perlu diketahui keberadaannya dalam hidupku ini? Hei,
Begitu aku mengingat perjumpaan kita, tiba-tiba saja aku kepikiran akan perpisahan di antara kita. Saat hal itu terjadi, siapa di antara kita yang akan mengingat dan yang akan melupakan? Atau siapa yang akan dominan mengingat dan siapa yang akan lebih dominan melupakan?Kau tau sendiri, tak ringan memisahkan ingatan kita selama bersama kemarin. Mengajaknya berlari berpisah arah untuk semakin menjauhkannya saja malah membuatnya mendekat dalam keadaan kelelahan dan reb…

Sebutir Air Bah

Saat hujan turun lagi, keluarlah sebentar. Pegang hujan oleh tanganmu. Mungkin itu adalah rasa basah yang mereka tularkan pada kita. Rasa basah yang memeluk mereka berhari hari di pengungsian.Berikut puisinya:
Sebutir Air BahJiwaku sebutir air bah
Ikut mengalir jauh ke sana
Mengairi kaki-kaki telanjang
Yang menginjak tanah-tanah basah
Lalu rebah di halaman rumah, sekolah dan tempat ibadahJiwaku sebutir air bah
Bermain dengan anak anak yang tertawa
Dan orang tua yang pasrah
Di pangkuannya merebah
Terlelap berhari-hari, menyampah
Dan meninggalkan basahAda yang masih ingin ku genangi
Yang selalu dipijaki tanpa henti
Tanpa rasa pada sang ilahi
Jiwaku sebutir air bah
Biarkan separuh aku terbaring di sini
Memisahkan diri
Sebagai air yang berhentiJiwaku sebutir air bah
Berhak jatuh dan tergenang juga di sini
Lewat keran-keran mushola
Hujan-hujan tak bernada
Untuk menyentuh kulit yang kering
Juga kaki yang tak menginjak tanah basahJiwaku sebutir air bah
Yang tidak mau pecah
Saat melihat dirik…

Hari Pernikahan Ramadhan

Lapor komandan!
Jalan darat padat merayap oleh juntaian kain sarung dan mukena
Jalan perairan penuh dengan tetesan air wudhu dan air mata
Jalan udara ramai lancar dengan suara tilawah dan pupujian
Ramadhan telah membuat iri yang lain
Karena Ramadhan, masjid-masjid dipadati hamparan sajadah dan koran tiap malam
Di samping biasanya jalan menuju area masjid hanya penuh dengan desakan angin malam dan suara knalpot di seberang jalanRamadhan seringkali jadi tukang amal bagi manusia
Menagih keimanan dan silaturahmi di malam hari
Mendekatkan yang jauh, merapatkan yang dekat, mengeratkan yang lekat
Sambil mendidik anak-anak untuk lebih memilih minta tanda tangan imam, daripada artis organ dan televisi.Lihat Ramadhan,
Allah beri kemuliaan padanya
Mempengaruhi banyak manusia untuk mencari ilmu dengan lebih giat, beribadah dengan lebih sigapRasanya tiada yang lain seperti Ramadhan
Di akhir perjuangannya mempersunting lebaran, pernikahannya dirindukan katel-katel opor ayam, disayangkan kuah rendan…

Puisi Pendidikan

Pendidikan membuat dua mata tanpa cahaya mulai melihat, hingga orang berpendidikan mampu melihat perempuan hamil, orangtua, dan penyandang disabilitas berdiri ketika ia dudukPendidikan membuat dua telinga tanpa suara mulai mendengar, hingga orang berpendidikan mampu mendengar suara kebenaran di antara riak kesalahanPendidikan membuat satu mulut tanpa kata mulai bicara, hingga orang berpendidikan mampu mengucapkan kata yang tak menyakiti hatiPendidikan membuat hati tanpa siapa-siapa mulai mampu mengorganisasikan anggota tubuh, hingga orang berpendidikan mampu mengajak seluruh anggotanya rela dan ikhlas dalam bekerjaPendidikan membuat otak tanpa teman mulai mampu bekerjasama, hingga orang berpendidikan mampu bekerja bersama seluruh anggota gerak untuk bergerak ketika ada yang membutuhkan bantuan dan pertolonganPendidikan membuat seluruh anggota gerak mulai mampu berkolaborasi dengan baik, hingga orang berpendidikan mampu bertanggungjawab dalam mengemban amanahnyaPendidikan membuat kaki …

Prolog

"Akhirnya buih lautan di dermaga ini menyentuh sela-sela jari kakiku lagi.  Dingin dan sedikit geli saat pecah. Dulu aku pernah bermukim di sini, tiga tahun yang lalu untuk mencari ilmu. Ternyata sudah lama aku tidak menginjak pasir pantai di sini lagi. Sekarang aku kembali ke kota ini sebagai jalan yang mungkin Allah gariskan untuk membuatku mengakui luasnya hamparan pasir pantai kota ini dari bawah kaki sendiri."
–Hatni Sunrise.***Hatni mendapatkan kesempatan belajar di kota yang pernah membuatnya memperoleh beberapa ilmu Sastra dan Teater tiga tahun lalu. Ia berkeliling pantai menyusuri ujung ombak yang singgah sekuatnya. Dari kejauhan ia bertemu anak perempuan dengan senyum manis berambut hitam terurai panjang menggunakan baju dress se-lutut dan tatapan mata tajam milik anak laki-laki kecil yang berlari disekitar gadis itu. Hatni memperhatikan kedua anak tersebut. Seperti ada masalalu yang terlukis di wajah keduanya. Hatni bertanya pada anak perempuan tersebut,“hai, nama…

Pulang Sayang Kamu, Tidak Pulang Sayang Ibu

"Pulang itu sayang kamu, karena bagi dirimu itu baik. Tidak tau kalau bagi dia, atau mereka yang membutuhkanmu. Tapi jika kamu tidak pulang, bisa jadi kamu berarti sangat sayang ibumu." -kamunya, aku-***Ketika ada yang jual boneka dengan teriak "sayang anak" bukan berarti orang tua tidak sayang anak ketika tidak mau membelikannya.
Sama aja, tidak pulang ke rumah bukan berarti kita tidak sayang orangtua kan?Memang surga di telapak kaki ibu. Tapi pulang tanpa memberi manfaat bagi ibu di rumah rasanya sama saja tidak usah pulang. Malah sepertinya lebih baik jika kita tidak pulang karena ikut kegiatan bermanfaat dan ibu atau ayah ridho akan kegiatan yang kita lakukan. Ya kan?
Selama yang kupelajari, sebenernya semua tergantung bagaimana kita bisa mengkomunikasikan dengan orangtua. Tergantung bagaimana kita bisa membuat orangtua kita percaya bahwa apa yang kita lakukan itu baik untuk kedepannya.
Bener gak sih?Hmm
Apakah karena aku ini generasi milenial dan terlalu serin…

Alamat Dari Si Cinta

"Cinta telah membuatkan alamat Untukmu, maka datanglah" -Rudy Aliruda-Aku tidak mau bohong kalau pacaran itu tidak asik. Pacaran itu asik deh serius. Asik banget. Kalo lagi beruntung, ya kamu bisa berasa dapetin surga dunia. Apa yang kamu butuhin saat itu dikabul. Apa yang kamu 'nafsuin' semacam pegangan tangan atau pengen jalan2 bareng di kasih, kalo kurang perhatian dari orangtua, dikasih lebih. Seakan pacaran itu untuk jiwa-jiwa yang kosong. Kayaknya pacar itu adalah pengisi amunisi segala rasa yang dibutuhkan oleh jiwa yang kosong. Cuma ada kelemahannya nih kalau lagi cinta-cintanya dan dapatkan apa yang diinginkan, seakan-akan tidak ada tempat kembali kecuali pada pacar. Pasti ada masanya pas ngerasa gitu (pengalaman iyuh beud). Kalau kata puisinya Rudy Aliruda sih:
"cinta telah membuatkan alamat untukmu
maka datanglah
poskan jiwamu dari rantau"
Bagai zaman sudah canggih, untuk melampiaskan rasa cinta sudah dipermudah dengan adanya tukang pos. Ah ini s…